Kamis, 25 November 2010

Cerpen Tentang Pangeran Impiand...+_+

Aku tak lagi dapat menahan perasaan ini. Tak lagi dapat membuka hati untuk yang lain. Aku terlalu larut akan dirimu, terlalu tergoda akan kasih sayangmu. "Sabar Lin..." kata Tya,, sahabat ku. "Dimana lagi harus ku cari kata sabar itu??? dimana lagi ku cari tumpuan untuk bertahan??" Seribu tanya membayangi otakku. "Semua kan indah pada waktunya" Tya tersenyum padaku namun aku tak bisa membalas senyum itu. *****rasanya kepalaku mau pecah setelah semua orang tahu tentang hubunganku dengan Anggan,, Bukannya aku malu berhubungan dengan dia, hanya saja aku dulu memperjuangkan dia demi sahabatku Cahyani. Tapi kenapa dia bisa jatuh hati padaku setelah dengan enteng membuang sahabatku???. Aku tahu dia baik, dia polos, aku tak pantas untuknya,, tetapi masih saja dia memperjuangkanku. Hingga aku mencoba untuk melupakan cintaku kepada Uya. Mencoba membuka hatiku untuk Anggan, berharap dia kan dapat memberiku kasih sayang yang lebih. Bahkan sahabatnya yang sempat menarhu hati dan menyatakan perasaannya kepadaku pun tak lagi dapat berbuat apa-apa. Pasalnya setelah aku menjalin hubungan tanpa status dengan Anggan, sahabat sebangku dan seperjuangannya, Endy juga menyatakan perasaannya terhadapku. aku bimbang tuk memilih, takut kalau aku memilih salah satu dari mereka, persahabatan mereka akan hancur, takut kalau sahabatku tahu aku pun kan mengalami hal yang serupa. Tapi ini benar-benar dilur bayanganku. Ini semua berawal ketika satu persatu dari teman-temanku menanyakan apakah aku menolak Endy, Jawabku tentu saja tegas, "AKU TOLAK !!!!" sebab sebagai perempauan aku sadar bahwa Endy sudah memiliki pengisi hati walaupun dia mengatakan hubungan mereka digantung tak jelas(gantung dipohon tomat atau toge) tapi tetap saja perasaan perempuan pasti sama. Bel istirahat aku curcongbareng Febri,, meminta alasan yang jelas untuk aku memilih siapa. Tapi ternyata cowok tinggi bersuara cempreng itu malah mengumbar rahasiaku ke seluruh pelosok X2,, hingga akhirnya aku yang dipersalahkan. Tak ingin lebih lama dipersalahkan karena menyia-nyiakan Anggan akupun menerimanya walau setengah hatiku masih berharap pada Uya. Anggan sempat mengatakan aku pengkhianat setelah aku jadian dengan Uya karena sebenarnya Eichak menyukainya, teman sekelasku. Tapi aku sudah melupakan itu. Endy dan Cahyani pun malah mendukung, tak ku sangka mereka begitu menyayangiku. Namun setelah menjalani hari-heri dengannya, aku dan dia selalu bertengkar, tak pernah sama sekali dia menampakkan kasih sayang yang dia umbar sebelumnya kepedaku. Setiap hari ada-ada saja yang aku ributkan dengannya. Apalagi sewaktu dengan tiba-tibanya Uya mencolek pipi kananku setelah sebelumnya berkata "Maaf ya" Aku tak tahu itu akan terjadi,, itupun terjadi karena dia taruhan,, setelah tri sandya sebelum pulang(sembahyangnya orang hindu),,tiba-tiba dia langsung melesat pergi tanpa jejak. Aku tahu dia marah, tapi kenapa dia mempesalahkanku. Walaupun sudah baikan tetapi setiap hari ada saja yang menjadi bbit koflik kami berdua. Sehingga setelah 8 hari aku memutuskan untuk berisah dengannya. Aku benar-bear tak kuat, hanya aku yang dipersalahkan oleh teman-temanku. Setelah itu aku kembali menaruh harapanku pada Uya,, walaupun aku tahu ini hanya akan jadi harapan semata tapi aku tetap berdoa. Namun disaat aku terpuruk dengan persaanku pada Uya,, tak tahu dari maa datangnya, tiba-tiba sejenak aku melupakan Uya,, aku tertegun dengan pesona seorang cowok yg ada diseberangku. Rasanya sudah lama aku tak tertegun seperti ini. Aku pun menanyakan sosok cowok misterius yang membeyangi hariku, pertamaya temanku menunjukkan cowok itu tapi... ternyata bukan dia, walaupun mirip sedikit(eh, malah temenku yang kecantol ama dia), aku pun menanyakannya kepada Kak Dhita, kakak kelasku yang sempat sekelas dengannya sewaktu masih kelas X. Dialah 'KM' (singkatan namanya, ga enak kalau disebutin). Tak tahu kenapa aku pun terus penasaran dengannya. Ku tanyakan segala hal tentangnya bahkan mencari tahu nomer hpnya !!!. Setelah ku dapatkan no hpnya ,ku beranikan diri untuk menghubunginya. Pertama aku miscall-miscall ga jelas, tapi ga ada tanggepan. Alamat Facebooknyapun sudah aku add. Hahhh,, pasrahnya aku,, aku sms dia,aku kira dia bakalan cuek bebek, eh ternyata dengan senyum sumringah :D :)) aku baca smsnya. Tapi bar beberapa kali sms dia langsung menghilang, karena itu sudah malam, ku kira dia pasti tertidur. Keesokan harinya aku sangat bahagia, aku tunggu Tya didepan kelas,, aku melompat-lompat kegirangan. "Macaaa??" Tya pun tak percaya, dia ikut melompat-lompat denganku. Ihope my next night like yesterday:) harapku dalam hati. Tapi ternyata aku salah. Ternyata dia tak begitu peduli, tau akupun tidak. Aku masih ingat saat dia berjalan didepanku, mengejar-ngejar Geraldine,teman ku dikelas sebelah yang ia cari-cari. Betapa sakitanya hatiku bila ku ingat itu. Berkali-kali aku komentari statusnya di facebook tapi dia tetap saja tak sadar, inginku...(nyarii dia, ngomong langsung didepannya,, "Heyy aku suka kamu loeh") tapi ga....buktinya saja aku mendekati dia saja dia tak begitu peduli. ***Itulahh awal perasaanku yang tak tersampaikan ini........... awal dari keterpurukanku dalam sepi... aku benar-benar tak mengerti. Sampai aku bertanya-tanya dalam hatiku, mengapa Tuhan tak mengirimkan kebahagiaan untukku. Aku terpuruk dalam kesendirian,,semapt aku menangis... tapi sudahlah,, hanya sia-sia saja.Ku coba tuk terima kenyataan kalau aku tak mungkin memilikinya. Memiliki 'Pangeran Impiand' yang selama ini aku puja. Aku gila karenanya, sungguh mencintainya. Aku tahu aku tak mungkin memilikinya, Aku dan Geral begitu jauh, dia cantik, seksi, pintardan kaya. Sedangkan aku hanya cewek dengan tambah biasa dan tembem. Ga mungkin'Pangeran Impiand' bisa suka sama aku. Setiap hari aku coba tuk dapat melihatnya, walaupun hanya beberap detik,, namun itu sudah dapat mengobati rasa hatiku. Aku tak mau terlalu berharap, biarkan ini menjdi mimpi terindahku:). Aku tahu tak kan ada yang sia-sia, sebab dari kamu aku belajar untuk tegar dan sabar,, dan mengerti bahwa "CINTA TAK HARUS MEMILIKI". Jika 'pangran impiand' bahagia, aku juga bahagia,, meskipun bukan aku yang menghadirkan kebahagiaan itu.....<3 <3,,,,,,,,,,,,Aku sudah berjanji kan menjaga perasaan ini, meski kamu dimiliki oleh orang laen...... Luphe U.........:')

2 komentar: